Sebelumnya pemain golf wanita Indonesia ini juga pernah menorehkan prestasi di ajang Faldo Series Asia (FSA) Indonesia. Agnes yang saat itu masih berusia 17 tahun berhasil memenangkan turnamen dengan membukukan skor 141 pukulan atau 3 under par. Di tahun 2012, Agnes juga turut berkompetisi bersama dengan pegolf junior Ida Ayu Melati Putri dan Gianti Mahardika dalam ajang Ladies Indonesia Open yang digelar di Palm Hill Golf Club, Sentul. DannyMasrin Kini Menjadi Pemain Terbaik Indonesia. Menurut official world golf ranking tanggal 3 Februari 2020 dua pegolf tanah air masuk dalam 1.000 terbaik dunia yakni Danny Masrin di urutan ke-511 dengan 0,3058 poin dan Rory Hie di urutan ke-564 dengan 0,2762 poin. ï»żPegolf amatir asal Hongkong, Taichi Kho, bersaing dengan pegolf profesional Itthipat Buranatanyarat (Thailand) di posisi puncak klasemen sementara Mandiri Indonesia Open 2022 yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Kamis (4/8). Taichi Kho dan Itthipat Buranatanyarat mencetak hasil gemilang.64 pukulan atau 8 di bawah par. BATAM Kota Batam juga dikenal dengan wisata olahraga, satu di antaranya golf. Karena itu, Apindo Kepri akan menyelenggarakan turnamen golf akbar yang akan mendatangkan sekitar UntukMengundang Motivator Terbaik Indonesia Hubungi : Fransisca (Marketing Manager) Call / sms / WA : 082 110 502 502 (Fransisca) (Telkomsel) email : fransisca@motivasiindonesia.com Liputan6com, Jakarta - Atlet golf dunia Tiger Woods didapuk masuk daftar miliarder dunia. Dia baru saja memasuki daftar atlet dengan bayaran tertinggi sepanjang masa versi Forbes. Karir atlet golf ternama di dunia, Tiger Woods semakin bersinar, ketika dia memenangkan ajang Masters untuk kelima kalinya. rUTsC. Golf – Olahraga Golf menjadi salah satu permainan yang membutuhkan konsentrasi, pengetahuan dan skill yang tinggi dalam melakukannya. Tidak mudah untuk menjadi atlet Golf. Namun, saat ini sudah banyak kejuaraan yang menghasilkan para pemain handal. Berikut daftar 10 pemain golf terbaik di dunia selama catatan perkembangan sejarah olahraga ini Phil MickelsonDi posisi 10, ada Phil Mickelson, atlet golf dunia yang berasal dari USA dengan meraih 42 piala PGA tours sampai saat ini. Pegolf ini sudah meraih 3 dari 4 piala majors setelah menang di 2013 British Open. Dia juga meraih 5 piala majors, yakni 3 master titles, PGA championship serta Open NelsonSelanjutnya ada pemain dengan perolehan 52 kemenangan, di antaranya 5 piala majors. Pensiun di umur yang muda, Ia mencatatkan musim yang baik di tahun 1945 lalu. Dia memiliki catatan 18 kemenangan dengan 11 kemenangan berturut-turut yang sampai saat ini belum ada atlet yang dapat menggantikan rekor PlayerGary sendiri hanya menang di 24 PGA tours, dengan berkeliling dunia dan tampil terus di PGA tours. Walaupun begitu, terdapat 9 piala majors. Ia juga menang dalam 100 lebih turnamen di WatsonYang satu ini merupakan atlet golf dengan permainan terbaik yang pernah ada dalam sejarah olahraga ini. Dia sudah menang dalam 5 british open. Namun, bukan berarti Ia tampil jelek di turnamen lainnya. Ia pernah melampaui pencapaian Jack Nicklaus di tahun 70an. Tom Watson meraih 39 PGA tours, di antaranya 8 piala majorsSam SneadSam Snead sendiri pernah meraih rekor kemenangan PGA tours paling banyak dengan catatan 82 hasil mengesankan, di antaranya 7 kemenangan piala majors. Kemenangan debutnya dicatatkan pada tahun 1936 dan laga pamungkasnya dilaksanakan pada tahun 1965 PalmerArnold Palmer sendiri sudah meraih 62 PGA tours dengan 7 diantaranya merupakan piala majors. Atlet dunia dari Pennsylvania tersebut menjadi salah satu putters terbaik selama olahraga ini JonesSaat aktif menjadi pegolf, Bobby Jones meraih 4 piala majors yang diperoleh dalam 13 pertandingan. Dia juga pernah mendapat empat gelar di tahun 1930 sebelum memutuskan pensiun di umur 28 tahun. Dia menjadi atlet golf terbaik di dunia pada peringkat HoganMengalami masa sulit di awal karirnya karena mengalami kecelakaan berat, Ben Hogan masih berprestasi di olahraga ini dengan hasil 9 piala majors dari 62 kemenangan di PGA tours. Jika bukan karena cedera, mungkin kariernya akan lebih besar dan melahirkan banyak prestasi sebagai pemain golf terbaik di NicklausKedua ada Jack Nicklaus. Memiliki performa yang konsisten, salah satu legenda golf dunia ini sudah mencatatkan 18 piala majors dan meraih juara kedua dari 19 piala WoodsDi posisi pertama ada Tiger Woods yang menjadi pemain golf terbaik di dunia. woods sendiri membukukan 14 piala majors. Walaupun jumlah kemenangannya tidak sebanyak Nicklaus, namun Wood lebih unggul di PGA tours dari pada pencapaian Nicklaus, tercatat sebagai atlet golf dunia terkaya, catatan scoring titles terbanyak dan lain sepuluh atlet golf terbaik di dunia. Apakah idola Anda masuk list? Perkembangan komunitas golf Indonesia bisa dikatakan memiliki perkembangan yang cukup pesat meskipun olahraga ini belum setenar olahraga lainnya seperti sepakbola. Lapangan golf di Indonesia yang berjumlah 100 lebih serta meningkatnya kaum ekonomi menengah dan atas Indonesia tampaknya membuat gairah olahraga golf kembali menggeliat. Meski olahraga golf merupakan olahraga yang sifatnya individual, tapi olahraga ini akan lebih menyenangkan apabila dimainkan bersama rekan atau grup pairing. Permainan golf bisa dimainkan oleh dua orang pairing atau lebih dengan batas maksimal pairing empat orang. Adanya komunikasi antar pemain golf dalam grup inilah yang memelopori munculnya suatu komunitas golf Indonesia. Komunitas golf ini bisa berupa kalangan yang bermain golf hanya sebagai pengisi waktu luang atau bisa juga beberapa orang yang serius menekuni permainan golf. Sebagai komunitas yang umum dan independen, tentu komunitas golf tidak memiliki badan hukum serta tidak terdaftar di PGI. Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas pun lazimnya bersifat gathering seperti bakti sosial, perayaan ulang tahun maupun event-event insidentil lainnya. Event-event insidentil yang diadakan oleh komunitas golf Indonesia lazimnya berupa event yang menarik dan sengaja ditujukan untuk menarik perhatian banyak pegolf lokal untuk turut serta. Jadi, berbeda dengan event-event yang biasanya diselenggarakan oleh club golf resmi. Club golf resmi biasanya mengggelar event yang masuk dalam kalender kompetisi sehingga tak hanya pemain amatir lokal saja yang turut serta, tapi juga pegolf mancanegara. Ajang golf yang diadakan oleh club golf umumnya juga menjanjikan hadiah tertentu bagi para golfer yang berhasil memenangkan pertandingan. Berbeda dengan komunitas golf, club golf memiliki badan hukum, peraturan dan tanggung jawab keanggotaan, teregister di Badan Pengurus Golf Indonesia PGI serta memiliki akta pendirian. Meski berbeda, kedua organisasi ini sama-sama memiliki manfaat yang positif bagi perkembangan olahraga golf tanah air. Manfaat Komunitas Golf Indonesia Tak sedikit komunitas golf yang melakukan pembinaan serius terhadap atlet golf junior seperti layaknya club golf. Sehingga komunitas ini turut berperan serta dalam perkembangan atlet-atlet muda golf nasional. Bagi pemain golf, bergabung dalam suatu komunitas merupakan salah satu cara untuk bisa update mengenai berita-berita baru mengenai golf yang tren. Baik itu berita mengenai turnamen golf, peralatan golf terbaru, lapangan gol murah, lapangan golf terbaru dan masih banyak lagi. Komunitas golf juga bisa menjadi ajang berkumpul antar sesama penggemar golf dari berbagai latar belakang. Baca juga Etiket Bermain Golf Bagi Pemula yang Perlu Diketahui Meski ada beberapa komunitas golf yang melakukan pembinaan terhadap golfer junior, tapi tak sedikit pula yang menganggap bahwa komunitas golf tak memiliki andil apapun dalam perkembangan golf di Indonesia. Hal ini disebabkan karena komunitas golf lazimnya beranggotakan orang-orang yang sudah tidak berusia prestasi. Sehingga tidak memiliki tujuan untuk berkiprah dalam kompetisi golf melainkan hanya sekadar menghabiskan waktu bersama berkumpul dengan sesama rekan pencinta golf. Beberapa Komunitas Golf yang Cukup Populer di Indonesia Beberapa komunitas golf yang cukup aktif mengadakan event-event golf diantaranya IGC Golf Indonesia Golf Community, FGC Fun Golf Community, Aron Golf Club, Celebrity Golf Club, Candaan Golf Community dan masih banyak lagi. Di antara lapangan golf tersebut, komunitas yang paling banyak mengadakan event-event golf adalah IGC. IGC merupakan salah satu komunitas golf Indonesia yang aktif mengadakan turnamen baik bagi pegolf profesional amaupun amatir. Anggota dari komunitas golf ini, bisa mendapatkan peluang untuk berpartisipasi dalam ajang turnamen golf bulanan, IGC Championship, turnamen IGC Tour dan masih banyak lagi. Komunitas yang berdiri sejak delapan tahun yang lalu ini, kini telah memiliki lebih dari 300 member aktif dengan keikutsertaan peserta turnamen golf mencapai 1000 orang. Peran komunitas golf Indonesia akan lebih maksimal jika komunitas ini dipayungi oleh badan hukum serta mengadakan pembinaan yang intens terhadap golfer junior, seperti IGC misalnya. Komunitas ini bisa menjadi bukti bahwa suatu komunitas bisa berperan aktif dalam perkembangan golf di tanah air. Seberapa banyak yang Anda tahu mengenai ranking pro golf Indonesia? Golf memang tidak setenar olahraga lainnya di Indonesia. Sehingga sangat wajar kalau masyarakat tidak banyak yang mengetahui bahwa Indonesia memiliki beberapa pegolf berbakat yang meniti karir sebagai profesional di kancah dunia. Sebenarnya Indonesia memiliki cukup banyak talenta-talenta berbakat dalam olahraga golf. Sayangnya olahraga ini jarang memperoleh perhatian yang cukup di mata masyarakat layaknya olahraga lain seperti sepakbola misalnya. Hal inilah yang membuat pegolf Indonesia jarang dikenali di dalam negeri maupun di kancah internasional. Baca juga Ini Kejuaraan Golf Pemula 2017 Yang Patut Golfer Lirik Minimnya turnamen golf profesional yang digelar di dalam negeri juga membuat para golfer lebih memilih untuk hijrah berkarir di luar negeri. Seperti almarhumah pegolf profesional Lydia Ivana Jaya misalnya. Lydia harus mengikuti berbagai kompetisi golf di luar negeri guna menaikkan rankingnya di ranking pro golf Indonesia maupun internasional. Sayangnya, hingga saat ini belum ada pegolf profesional wanita Indonesia yang berhasil mengikuti jejak Lydia Ivana Jaya di kancah internasional. Sedangkan, di deretan pegolf pria, Indonesia memiliki secercah harapan dengan hadirnya beberapa pegolf profesional seperti George Aditya Gandranata, Rory Hie, Danny Masrin, Kadek Putra dan masih banyak lagi. George Aditya Gandranata berhasil meraih predikat sebagai pegolf profesional nomor satu Indonesia pada tahun 2014 lalu. Namun, kini pria kelahiran 22 Maret 1986 ini harus merelakan gelar tersebut diraih oleh Rory Hie. Rory Hie yang pada tahun 2011 dan 2012 lalu meraih peringkat 1 ranking pro golf Indonesia ini, mulai dikenal di kancah kompetisi golf dunia sejak memenangkan turnamen Tangshan China PGA Championship di tahun 2011. Prestasinya ini membuatnya sebagai pemain golf Indonesia pertama yang berhasil memenangkan turnamen profesional di luar Indonesia. Pada tahun 2016 lalu, George Gandranata berada di peringkat 770 dunia. Namun, di tahun 2017 ini George harus puas berada di peringkat 1106 di bawah Rory Hie yang meraih peringkat 1045 dunia. Peringkat ini masih bisa berubah mengingat George berpeluang menorehkan prestasi di ajang Combiphar Players Championship bulan Oktober ini di Bali. Di bawah George, ada pemain muda berbakat Danny James Masrin yang meraih peringkat 1563 setelah tahun 2016 lalu berada di peringkat 1233 dunia. Danny memenangkan pertandingan profesional pertamanya pada turnamen Indonesian Golf Tour 2016 di Palm Hills Golf Club. Ia mencatatkan prestasi gemilang dalam keikutsertaannya di lima turnamen yang diadakan di tahun yang sama. Pemain golf junior Kadek Putra menjadi sorotan semenjak kiprahnya di ajang Bank BRI-JCB Indonesia Open tahun 2016 yang lalu. Pegolf berusia 17 tahun ini, kini menempati posisi 1928 setelah berada di ranking 1866 di tahun sebelumnya. Tahun 2017 ini, Kadek Putra kembali menampilkan permainan terbaiknya di ajang Ciputra Golfpreneur Tournament yang dipersembahkan oleh Panasonic. Sementara itu, pegolf muda berbakat Indonesia Kentaro Nanayama berhasil menaikkan peringkatnya menjadi posisi 1928 dunia minggu ini. Pegolf yang menorehkan prestasi gemilang di ajang Mandiri Pondok Indah International Junior Golf Championship 2016 ini di tahun sebelumnya berada di posisi 1866. Posisi ranking pro golf Indonesia termasuk fluktuatif. Setiap minggu rangking setiap pemain bisa berubah terutama saat musim kompetisi paruh kedua 2017 mulai bergulir. Belum lagi dengan adanya beberapa turnamen golf profesional dalam negeri yang digelar dalam waktu dekat, menjadi peluang bagi pemain untuk meningkatkan peringkatnya. Sampai saat ini, peringkat 9 besar pegolf profesional putra Indonesia bisa dilihat di tabel berikut. Posisi Minggu Ini Posisi Minggu Lalu Akhir 2016 Nama ↓ 1045 1043 1389 Rory Hie ↓ 1106 1095 770 George Gandranata ↓ 1563 1539 1233 Danny James Masrin ↑ 1928 1936 1866 Kadek Putra ↑ 1928 1936 1866 Ari Sutedi ↑ 1928 1936 1866 Sofyan Idup ↑ 1928 1936 1866 Kentaro Nanayama ↑ 1928 1936 1866 Ali Munandar – Daftar 5 Atlet Golf Terbaik di Dunia. Golf sudah menjadi olah raga yang terkenal di dunia, juga di Indonesia. Olahraga Golf membutuhkan konsentrasi tinggi, pose tubuh yang sempurna, pengetahuan yang luas, dan skill yang mumpuni. membuat olahraga golf tidak mudah dimainkan sembarangan. Namun hanya sedikit orang yang benar-benar menguasai olahraga tersebut, terutama para pegolf profesional. Beberapa dari mereka bahkan memenangkan kejuaraan yang tak terhitung jumlahnya dan jauh lebih baik dari pesaing mereka. Untuk itu, kita akan membahas 5 pegolf terbaik dunia sepanjang masa. Ini urutannya. Tiger Woods Meski belum menyamai gelar Jack Nicklaus dalam memenangkan kejuaraan majors, menurut beberapa sumber, Tiger Woods masih menjadi pegolf terbaik sepanjang masa. Tiger Woods memenangkan 14 trofi majors. Meskipun banyak orang mengatakan bahwa Woods tidak akan mengalahkan Nicklaus sampai dia memenangkan lebih banyak gelar mayor. Tetapi angka bukanlah segalanya. Wood telah memenangkan lebih banyak turnamen PGA Tour daripada Nicklaus, memenangkan lebih banyak uang, memenangkan lebih banyak gelar dan scoring titles, Musim terbaik Tiger Woods juga lebih baik dari musim terbaik Jack Nicklaus. Tiger Woods lahir 30 Desember 1975 merupakan pemain pegolf profesional AS. Dia terikat untuk tempat pertama dalam kemenangan PGA Tour, peringkat kedua dalam turnamen Grand Slam putra, dan memiliki banyak rekor golf. Woods dikenal pegolf terhebat di sepanjang masa dan salah satu atlet golf terkenal sepanjang masa. Dia telah terpilih ke dalam Hall of Fame Golf Dunia. Setelah karir golf junior, perguruan tinggi dan amatir yang luar biasa, Woods menjadi profesional pada tahun 1996 pada usia 20 tahun. Pada April 1997, ia berpartisipasi dalam US Masters 1997 dan memenangkan tiga kejuaraan PGA Tour. Menang dengan catatan skor 12 pukulan. Dalam waktu kurang dari setahun setelah dia pindah jurusan, dia mencapai nomor satu dunia untuk pertama kalinya pada bulan Juni 1997. Selama dekade pertama abad ke-21, Woods telah menjadi kekuatan dominan dalam golf. Dari Agustus 1999 hingga September 2004 264 minggu berturut-turut dan dari Juni 2005 hingga Oktober 2010 281 minggu berturut-turut, dia adalah pegolf dengan peringkat tertinggi di dunia. Selama ini, dia memenangkan 13 kejuaraan golf utama. Dekade berikutnya dalam karir Woods ditandai dengan kebangkitan masalah pribadi dan cedera. Dari Desember 2009 hingga awal April 2010, ia mengambil cuti untuk mencoba menyelesaikan masalah perkawinan dengan Irene istrinya saat itu. Woods mengakui banyak hal, dan pasangan itu akhirnya bercerai. Woods jatuh ke No. 58 di peringkat dunia pada November 2011, dan kemudian naik ke No. 1 lagi dari Maret 2013 hingga Mei 2014. Namun, cederanya menyebabkan dia menjalani empat operasi punggung dari 2014 hingga 2017. Woods hanya berpartisipasi dalam satu turnamen antara Agustus 2015 dan Januari 2018, dan dia tidak termasuk dalam daftar pegolf terbaik di dunia. Setelah kembali ke permainan reguler, Woods terus naik ke titik tertinggi permainan, memenangkan kejuaraan pertamanya dalam lima tahun di Kejuaraan Tur September 2018, dan memenangkan Turnamen Masters 2019 Juara Grand Slam pertama di 11 tahun. Baca Juga Daftar 4 Pemain Tenis Meja Terbaik di Dunia Woods memiliki banyak rekor golf. Dia telah menjadi pemain nomor satu di dunia selama beberapa minggu berturut-turut dan memiliki jumlah total minggu pegolf terbanyak yang pernah ada. Dia telah memenangkan penghargaan PGA Player of the Year 11 kali, dan memenangkan Penghargaan Byron Nelson dengan rata-rata skor terendah 8 kali. Woods menduduki puncak daftar uang dalam sepuluh musim yang berbeda. Dia telah memenangkan 15 kejuaraan golf profesional utama kedua setelah Jack Nicklaus, yang memimpin dengan 18 dan 82 acara PGA Tour ini adalah pertama kalinya dengan Sam Snead Tied. Woods memimpin semua pegolf aktif meraih kemenangan besar dalam karir dan memimpin PGA Tour menuju kemenangan karir. Dia adalah pemain termuda yang memenangkan karir Grand Slam ketika dia baru berusia empat tahun Gene Sarazen, Ben Hogan, Gary Player dan Jack Nicklaus dan merupakan pegolf profesional kedua yang memenangkan Grand Slam kedua setelah Nicklaus. tiga kali. Woods telah memenangkan 18 Kejuaraan Golf Dunia. Dia juga termasuk bagian dari tim juara Amerika dan mendapatkan Piala Ryder tahun 1999. Pada Mei 2019, Woods dianugerahi Presidential Medal of Freedom, pegolf keempat yang menerima penghargaan tersebut. Pada tanggal 23 Februari 2021, Woods dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius tetapi stabil setelah tabrakan satu mobil dan menjalani operasi darurat untuk memperbaiki patah tulang yang terjadi di setiap kaki selain pergelangan kaki yang hancur. Prestasi karir Woods telah memenangkan 82 acara PGA Tour resmi, termasuk 15 pertandingan utama. Dia berusia 14–1 saat melaju ke babak final dari sebuah mayor dengan setidaknya satu bagian dari keunggulan. Beberapa ahli golf telah banyak berbicara tentang Woods sebagai “yang terhebat dalam sejarah”. Dia memiliki rata-rata skor karir terendah dan pendapatan karir terbanyak dari semua pemain dalam sejarah PGA Tour. Kemenangan Woods di Kejuaraan Pemain 2013 juga menandai kemenangan di awal Tur PGA ke-300. Dia juga memenangkan turnamen golf dalam tur ke-100 pada tahun 2000 dan ke-200 pada tahun 2006 dimulai. Woods telah menghabiskan minggu-minggu paling berturut-turut dan kumulatif di atas peringkat dunia. Dia adalah salah satu dari lima pemain bersama dengan Gene Sarazen, Ben Hogan, Gary Player, dan Jack Nicklaus yang telah memenangkan keempat kejuaraan utama dalam karirnya, yang dikenal sebagai Career Grand Slam, dan yang termuda yang melakukannya. Woods adalah satu-satunya pemain yang secara berturut-turut memenangkan keempat kejuaraan besar yang terbuka untuk para profesional, mencapai prestasi tersebut di musim 2000–2001. Kemenangan PGA Tour 82 Kemenangan European Tour 41 Kemenangan Japan Golf Tour 3 Kemenangan Asian Tour 2 Kemenangan PGA Tour of Australasia 3 Kemenangan lainnya 16 Amatir menang 21 Jack Nicklaus Jack William Nicklaus lahir 21 Januari 1940, dijuluki The Golden Bear, adalah pensiunan pegolf profesional Amerika. Dia secara luas dianggap pemain pegolf terhebat sepanjang masa. Dia memenangkan 117 turnamen profesional dalam karirnya. Lebih dari seperempat abad, ia memenangkan rekor 18 kejuaraan besar, tiga lebih banyak dari posisi kedua Tiger Woods. Nicklaus berfokus pada kejuaraan utamaTurnamen Master, AS Terbuka, Kejuaraan Terbuka, dan Kejuaraan PGA dan memainkan jadwal selektif acara Tur PGA reguler. Dia berkompetisi di 164 turnamen besar, lebih banyak dari pemain lain, dan selesai dengan 73 kemenangan PGA Tour, ketiga di belakang Sam Snead 82 dan Woods 82. Nicklaus menjuarai Amatir AS pada 1959 dan 1961 dan finis kedua di AS Terbuka 1960, dua tembakan di belakang Arnold Palmer. Nicklaus menjadi profesional pada usia 21 menjelang akhir 1961. Ia meraih kemenangan profesional pertamanya di AS Terbuka 1962, mengalahkan Palmer dengan tiga tembakan dalam playoff 18 lubang hari berikutnya dan meluncurkan persaingan antara superstar golf. Pada tahun 1966, Nicklaus menjadi pemain pertama yang memenangkan Turnamen Masters dua tahun berturut-turut; ia juga memenangkan Kejuaraan Terbuka, menjadi pemain termuda pada usia 26 yang memenangkan keempat jurusan golf. Ia memenangkan Kejuaraan Terbuka lainnya pada tahun 1970. Antara 1971 dan 1980, ia memenangkan sembilan kejuaraan besar lagi, melampaui rekor Bobby Jones dari 13 jurusan, dan menjadi pemain pertama yang menyelesaikan grand slam ganda dan tiga kali lipat dalam karirnya. Dia memenangkan Masters 1986, kejuaraan besar ke-18 dan terakhir pada usia 46, pemenang turnamen tertua. Nicklaus bergabung dengan Senior PGA Tour sekarang dikenal sebagai PGA Tour Champions ketika ia memenuhi syarat pada Januari 1990, dan pada April 1996 telah memenangkan 10 turnamen, termasuk delapan kejuaraan besar meskipun jadwal bermainnya sangat terbatas. Dia terus bermain setidaknya di beberapa dari empat turnamen reguler sampai 2005 ketika dia membuat penampilan terakhirnya di Turnamen Masters dan Kejuaraan Terbuka. Saat ini Nicklaus mengepalai salah satu perusahaan desain lapangan golf terbesar di dunia. Di antara kursusnya adalah Harbour Town Golf Links. Dia merupakan anggotatim dari American Society of Golf Course Architects. Nicklaus menyelenggarakan acara di PGA Tour, Turnamen Memorial. Buku-buku Nicklaus bervariasi dari instruksional ke otobiografi, dengan Golf My Way-nya dianggap sebagai salah satu buku golf instruksional terbaik sepanjang masa; video dengan nama yang sama adalah instruksi golf terlaris hingga saat ini. Prestasi karir Nicklaus memegang rekor kejuaraan utama PGA dengan total 18; Tiger Woods di tempat kedua dengan 15. Nicklaus memiliki kemenangan PGA Tour ketiga terbanyak dengan 73, di belakang Sam Snead 82 dan Woods 82. Nicklaus juga memegang rekor kemenangan terbanyak di Masters dengan enam, dan Kejuaraan Pemain dengan tiga. Dia bermain di enam tim Piala Ryder, menjadi kapten tim dua kali dan tim Piala Presiden empat kali, dan menduduki puncak daftar uang PGA Tour dan mencetak rata-rata delapan kali masing-masing. Selama 24 musim berturut-turut, dari tahun 1960 hingga 1983, ia membuat setidaknya satu finis sepuluh besar di kejuaraan besar, dan ini adalah rekor. Kemenangan PGA Tour 73 Kemenangan European Tour 9 Kemenangan PGA Tour of Australasia 3 Kemenangan lainnya 24 Kemenangan Senior PGA Tour 10 Kemenangan senior lainnya 7 Kejuaraan majors Ben Hogan William Ben Hogan 13 Agustus 1912 – 25 Juli 1997 adalah seorang pegolf profesional Amerika yang secara umum dianggap sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah permainan. Dia terkenal karena pengaruhnya yang mendalam pada teori ayunan golf dan kemampuannya memukul bola yang legendaris. Sembilan kejuaraan besar profesional karir Hogan mengikatnya dengan Gary Player untuk keempat sepanjang masa, hanya tertinggal dari Jack Nicklaus 18, Tiger Woods 15 dan Walter Hagen. Dia adalah satu dari hanya lima pemain yang memenangkan keempat turnamen utama Turnamen Master, Terbuka meskipun hanya bermain sekali, AS Terbuka, dan Kejuaraan PGA. Empat lainnya adalah Nicklaus, Woods, Player, dan Gene Sarazen; Kemenangan besar pertama Hogan datang pada usia 34 tahun. Karir dan rekor Ben Hogan memenangkan sepuluh turnamen pada tahun 1948 saja, termasuk Open di Riviera Country Club, sebuah lapangan yang dikenal sebagai “Hogan’s Alley” karena kesuksesannya di sana. Skor par 8 di bawahnya pada tahun 1948 menetapkan rekor AS Terbuka yang hanya disamai oleh Jack Nicklaus pada tahun 1980, Hale Irwin pada tahun 1990, dan Lee Janzen pada tahun 1993. Itu tidak rusak sampai Tiger Woods menembakkan 12 di bawah par pada tahun 2000 Jim Furyk juga melakukan pukulan 8-under par pada 2003, Rory McIlroy mencetak rekor saat ini dengan 16-under par pada 2011, yang disamai oleh Brooks Koepka pada 2017. Colonial Country Club di Fort Worth, tempat turnamen PGA Tour modern, juga dikenal sebagai “Hogan’s Alley” dan mungkin memiliki klaim yang lebih baik atas julukan tersebut saat ia memenangkan acara turnya sebanyak lima kali. Itu adalah kursus rumahnya setelah pensiun, dan dia adalah anggota aktif Kolonial juga selama bertahun-tahun. Lubang keenam di Carnoustie, par lima di mana Hogan mengambil garis yang terkenal sulit dari tee selama setiap putarannya di Kejuaraan Terbuka 1953, juga baru-baru ini diganti namanya menjadi Hogan’s Alley. Baca Juga 5 Pemain Sepak Bola dengan Trofi Terbanyak Abad 21 Sebelum kecelakaan 1949, Hogan tidak pernah benar-benar merebut hati galerinya, meski menjadi salah satu pegolf terbaik pada masanya. Mungkin ini karena kepribadiannya yang dingin dan menyendiri. Tetapi ketika Hogan mengejutkan dan membuat kagum dunia golf dengan kembali ke turnamen golf hanya sebelas bulan setelah kecelakaannya, dan menempati posisi kedua di Los Angeles Open 1950 setelah kekalahan playoff dari Sam Snead, dia disemangati oleh penggemar yang gembira. “Kakinya tidak cukup kuat untuk membawa jantungnya lebih lama lagi,” kata penulis olahraga terkenal Grantland Rice tentang kematian Hogan. Namun, dia membuktikan kepada para kritikusnya bahwa dia masih bisa menang dengan menyelesaikan comeback terkenalnya lima bulan kemudian, mengalahkan Lloyd Mangrum dan George Fazio dalam playoff 18 lubang di Merion dekat Philadelphia untuk memenangkan AS Terbuka keduanya. judul. Kemenangan PGA Tour 64 1938 1 Hershey Four-Ball dengan Vic Ghezzi 1940 4 Utara dan Selatan Terbuka, Greater Greensboro Terbuka, Asheville Land of the Sky Open, Goodall Palm Beach Round Robin 1941 5 Asheville Open, Chicago Open, Hershey Open, Miami Biltmore International Four-Ball dengan Gene Sarazen, Inverness Invitational Four-Ball dengan Jimmy Demaret 1942 6 Los Angeles Terbuka, San Francisco Terbuka, Utara dan Selatan Terbuka, Asheville Land of the Sky Open, Hale America Open, Rochester Times-Union Open 1945 5 Nashville Invitational, Portland Open Invitational, Richmond Invitational, Montgomery Invitational, Orlando Open 1946 13 Phoenix Open, San Antonio Texas Open, St. Petersburg Open, Miami International Four-Ball dengan Jimmy Demaret, Undangan Nasional Kolonial, Western Open, Goodall Round Robin, Inverness Invitational Four-Ball dengan Jimmy Demaret, Winnipeg Terbuka, Kejuaraan PGA, Golden State Open, Dallas Invitational, Utara dan Selatan Terbuka 1947 7 Los Angeles Terbuka, Phoenix Terbuka, Undangan Nasional Kolonial, Chicago Victory National Open, Kejuaraan Dunia Golf, Miami International Four-Ball dengan Jimmy Demaret, Inverness Invitational Four-Ball dengan Jimmy Demaret 1948 10 Los Angeles Open, PGA Championship, Open, Inverness Invitational Four-Ball dengan Jimmy Demaret, Motor City Open, Reading Open, Western Open, Denver Open, Reno Open, Glendale Open 1949 2 Bing Crosby Pro-Am, Long Beach Open 1950 1 AS Terbuka 1951 3 Turnamen Masters, AS Terbuka, Kejuaraan Golf Dunia 1952 1 Undangan Nasional Kolonial 1953 5 Turnamen Master, Pan American Open, Undangan Nasional Kolonial, AS Terbuka, Kejuaraan Terbuka 1959 1 Undangan Nasional Kolonial Robert Tire Jones Robert Tire Jones Jr. 17 Maret 1902 – 18 Desember 1971 adalah pegolf amatir Amerika yang merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah olahraga; dia juga berprofesi sebagai pengacara. Jones mendirikan dan membantu merancang Klub Golf Nasional Augusta, dan ikut mendirikan Turnamen Masters. Inovasi yang dia perkenalkan di Masters telah ditiru oleh hampir semua turnamen golf profesional di dunia. Jones adalah pegolf amatir paling sukses yang pernah berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Selama puncaknya dari 1923 hingga 1930, ia mendominasi kompetisi amatir tingkat atas, dan berkompetisi dengan sangat sukses melawan pegolf profesional terbaik dunia. Jones sering mengalahkan bintang seperti Walter Hagen dan Gene Sarazen, profesional top era. Jones mencari nafkah terutama sebagai pengacara, dan berkompetisi di golf hanya sebagai amatir, terutama paruh waktu, dan memilih untuk pensiun dari kompetisi pada usia 28, meskipun ia memperoleh uang yang signifikan dari golf setelah itu, sebagai instruktur dan perancang peralatan. Menjelaskan keputusannya untuk pensiun, Jones berkata, “Ini seperti kandang. Pertama Anda diharapkan untuk masuk ke dalamnya dan kemudian Anda diharapkan untuk tinggal di sana. Tapi tentu saja, tidak ada yang bisa tinggal di sana.” Jones paling terkenal dengan “Grand Slam” -nya yang unik, yang terdiri dari kemenangannya di keempat turnamen golf besar di masanya kejuaraan terbuka dan amatir di AS & Inggris Raya dalam satu tahun kalender 1930. Secara keseluruhan Jones bermain di 31 pertandingan utama, menang 13 kali dan menempatkan di antara sepuluh finis teratas 27 kali. Setelah pensiun dari golf kompetitif pada tahun 1930, Jones mendirikan dan membantu merancang Klub Golf Nasional Augusta segera setelahnya pada tahun 1933. Ia juga ikut mendirikan Turnamen Master, yang telah diselenggarakan setiap tahun oleh klub sejak 1934 kecuali untuk 1943-1945, ketika itu dibatalkan karena Perang Dunia II. Master berkembang menjadi salah satu dari empat kejuaraan golf utama. Jones keluar dari masa pensiunnya pada tahun 1934 untuk bermain di Masters dengan basis eksibisi hingga 1948. Jones memainkan putaran terakhir golfnya di East Lake Golf Club, lapangan rumahnya di Atlanta, pada 18 Agustus 1948. Sebuah gambar untuk memperingati acara tersebut sekarang duduk di clubhouse di East Lake. Mengutip alasan kesehatan, dia berhenti bermain golf secara permanen setelahnya. Turnamen menang 34 1908 Turnamen Anak East Lake Piala Kejuaraan Junior 1911 dari Klub Atletik Atlanta 1915 Invitation Tournament di Roebuck Springs, Birmingham Country Club Invitation, Davis & Freeman Cup di East Lake, East Lake Club Championship, Druid Hills Club Championship 1916 Georgia Amatir, Undangan Klub Negara Birmingham, Undangan Klub Cherokee, Undangan Danau Timur 1917 Amatir Selatan Turnamen Yates-Gode 1919 1920 Davis & Freeman Cup di East Lake, Southern Amatir, Morris County Invitational 1922 Amatir Selatan 1923 AS Terbuka 1924 Amatir 1925 Amatir 1926 Kejuaraan Terbuka, AS Terbuka 1927 Terbuka Selatan, Kejuaraan Terbuka, Amatir AS 1928 Warren K. Wood Memorial, Amatir AS 1929 AS Terbuka 1930 Southeastern Open, Golf Illustrated Gold Vase, Kejuaraan Amatir, Kejuaraan Terbuka, AS Terbuka, Amatir AS Kejuaraan utama Menang 13 The Amateurs 6 Arnold Daniel Palmer Arnold Daniel Palmer 10 September 1929 – 25 September 2016 adalah pegolf profesional Amerika yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terhebat dan paling karismatik dalam sejarah olahraga ini. Kembali ke tahun 1955, ia memenangkan banyak acara di PGA Tour dan sirkuit yang sekarang dikenal sebagai PGA Tour Champions. Dijuluki Raja, Palmer adalah salah satu bintang golf paling populer dan dipandang sebagai pelopor, superstar pertama di era televisi olahraga, yang dimulai pada 1950-an. Dampak sosial Palmer pada golf tidak tertandingi di antara sesama profesional; latar belakangnya yang sederhana dan popularitasnya yang sederhana membantu mengubah persepsi tentang golf dari elit, hobi kelas atas klub pribadi menjadi olahraga yang lebih populis yang dapat diakses oleh kelas menengah dan pekerja lapangan umum. Palmer, Jack Nicklaus, dan Gary Player adalah “The Big Three” di golf selama tahun 1960-an; mereka dikreditkan dengan mempopulerkan dan mengkomersialkan olahraga di seluruh dunia. Dalam karir yang mencakup lebih dari enam dekade, Palmer memenangkan 62 gelar PGA Tour dari 1955 hingga 1973. Dia berada di urutan kelima dalam daftar kemenangan sepanjang masa Tour, hanya tertinggal dari Tiger Woods, Sam Snead, Jack Nicklaus, dan Ben Hogan. Dia memenangkan tujuh gelar utama dalam dominasi enam tahun lebih dari Masters 1958 hingga Masters 1964. Dia juga memenangkan PGA Tour Lifetime Achievement Award pada tahun 1998, dan pada tahun 1974 adalah salah satu dari 13 orang yang dilantik ke dalam Hall of Fame Golf Dunia. Amatir menang 26 Kejuaraan WPIAL 1946, Kejuaraan PIAA 1947 WPIAL Championship, PIAA Championship, Western Pennsylvania Junior, Western Pennsylvania Amateur Kejuaraan Konferensi Selatan 1948, Sunnehanna Invitational, Western Pennsylvania Junior 1950 Southern Intercollegiate, Western Pennsylvania Amateur, Greensburg Invitational 1951 Western Pennsylvania Amateur, Worsham Memorial 1952 Western Pennsylvania Amateur, Greensburg Invitational 1953 Ohio Amateur, Cleveland Amateur, Greensburg Invitational, Mayfield Heights Open, Evergreen Pitch and Putt Invitational 1954 Amatir AS, Amatir Ohio, Amatir Seluruh Amerika, Kejuaraan Konferensi Pantai Atlantik, Bill Waite Memorial Kemenangan besar amatir 1 Kemenangan profesional 95 Continue Reading Lapangan golf di Rawamangun, Jakarta Timur, ini punya satu anggota kebanggaan yang kisahnya terus diceritakan turun temurun. "Pak Harto biasanya main di hole 1 atau 10," kata Dadan, pengurus senior Jakarta Golf Club, kepada VICE. "[Dia] main seminggu dua kali."Harto yang dimaksud Dadan tak lain dan tak bukan adalah Suharto, Presiden ke-2 Indonesia yang menjabat selama 32 tahun, di bawah tatanan rezim yang kita kenal dengan julukan Orde Dadan membuat saya membayangkan bagaimana sang diktator itu bermain golf mengenakan kemeja polo yang dipadupadankan celana khaki halus, mengisap cerutu, dan tersenyum lebar setelah berhasil mencetak hole in adalah salah satu kegemaran waktu senggang bekas perwira kelahiran Kemusuk, Bantul, ini selain memancing━serta tentunya mengganyang terduga komunis. Jangan salah sangka; doi bukan golfer karbitan. Arsip sejarah menulis Suharto sudah menggeluti golf jauh sebelum dia menduduki kursi orang nomor satu di Suharto, golf bukan sekadar ajang menjaga kebugaran tubuh golf juga berfungsi sebagai alat diplomasi ke negara sahabat. Ferdinand Marcos, Lee Kuan Yew, hingga Tun Abdul Razak merupakan daftar pejabat yang pernah bermain golf bersama The Smiling lihat fakta lain berikut ini nama Suharto tercatat sebagai anggota tetap Jakarta Club Golf dari kurun waktu 1963 hingga bukanlah satu-satunya sosok elit di lingkaran tertinggi kekuasaan yang punya relasi dengan Jakarta Club Golf. Selain dia, ada Mohamad Hatta Wakil Presiden pertama Indonesia, Ahmad Soebardjo Menteri Luar Negeri pertama, sampai Soepomo Menteri Kehakiman sekaligus perancang konstitusi Indonesia.Itu baru di tingkat anggota. Di jajaran pengurus ada Laksamana E. Martadinata Panglima Angkatan Laut, Ibnu Sutowo Dirut Pertamina di era Orba, Soedomo Pangkopkamtib, serta Bob Hasan pebisnis dan kroni Pak Harto. Semuanya yang disebut ini pernah jadi presiden klub golf milik Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamina yang berkalang masalah korupsi, diabadikan JGC bersama stik para elit elit Indonesia yang bermain golf, terutama di era OrBa, tidak sekonyong-konyong muncul begitu saja. Andi Achdian, dosen Universitas Nasional sekaligus editor Jurnal Sejarah, menerangkan bahwa tren tersebut lahir sebab para pejabat ingin mengikuti langkah sang patron, atau dalam hal ini Pak Harto."Ketika Suharto main golf, maka pejabat di bawahnya akan ikut. Ini terjadi lantaran mereka ingin menggunakan golf sebagai sarana bertemu dengan Suharto sekaligus membangun mobilitas sosial ke atas, dengan kata lain kekuasaan," kata penulis buku Tanah bagi yang Tak Bertanah Landreform pada Masa Demokrasi Terpimpin 1960-1965 ini saat dihubungi bilang faktor pemicu lainnya ialah kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia akhir dekade 70'an yang sedang makmur-makmurnya akibat boom minyak. Ledakan harga minyak global didorong oleh Revolusi Iran yang meletus pada 1979. Harga minyak yang semula US$2,7 per barel melonjak persen, menjadi US$29,19 per terjadi pada 1980, ketika harga menyentuh US$34,42 per barel. Pertumbuhan ekonomi pun segera melesat. Rentang 1972 sampai 1980, tulis Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010, Antara Drama dan Keajaiban Pertumbuhan, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 6,8 persen━tergolong tinggi untuk ukuran negara berkembang."Dengan demikian, masyarakat terdorong untuk berperilaku berlebihan secara ekonomis. Para pejabat juga sama saja. Kekayaan yang diciptakan oleh negara lewat boom minyak, alih-alih dari sektor industri, turut mengubah kultur birokrasi waktu itu. Mereka, baik dari pemerintahan maupun swasta, terobsesi untuk memperkaya diri sendiri. Kalau di olahraga, ya, golf jadi jalannya," papar pandangan Andi, olahraga impor seperti golf atau tenis digandrungi para elite bukan sebab mereka berniat untuk memeras keringat. Olahraga-olahraga semacam itu, Andi bilang, hanyalah kedok bagi elite untuk mendekat dengan kekuasaan."Dipilih golf, misalnya, karena olahraga ini tidak terlalu berat seperti halnya sepakbola atau anggar. Golf itu olahraga yang santai. Sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan elite untuk memuluskan jalannya ke kekuasaan," tandasnya. "Sembari golf, mereka bisa ngobrolin soal lobi-lobi politik secara rileks."Hafiz Tinerriza, Humas Jakarta Golf Club menyampaikan klaim yang amat serius saat kami temui. "Klub kami itu enggak cuma tertua di Indonesia, tapi juga di kawasan Asia Pasifik dan lima besar [tertua] di dunia."Hafiz tak sembarang klaim Jakarta Golf Club memang paguyuban golf tertua di Indonesia. Dalam buku berjudul Sepanjang Masa, tertulis bahwa eksistensi JGC di Indonesia dimulai pada 1872. Pendirinya yakni A. Gray dan berdirinya JGC diabadikan lewat rangkaian bungaAwalnya, JGC bernama Batavia Golf Club serta berpusat di Gambir atau yang saat itu populer dengan nama Koningsplein Lapangan Raja. Di masanya, Koningsplein merupakan lapangan luas yang berada di tengah gedung pusat bisnis dan pemerintahan. Lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang kaya Belanda untuk bersantai klub golf ini━juga olahraga golf secara umum━di Indonesia tak bisa dilepaskan dari konteks kolonialisme Inggris. Kendati hanya lima tahun 1811-1816 menjajah Indonesia, Inggris berandil mengenalkan golf ke khalayak━di samping padma raksasa Rafflesia arnoldii yang masyhur Gambir, Batavia Golf Club lantas pindah ke Bukit Duri pada 1911 sebelum akhirnya menetap di Rawamangun sejak 1937. Rencana pindah ke Rawamangun perlu upaya dan lobi-lobi yang tak mudah. Pemerintah kolonial sempat menolak keinginan klub karena beralasan golf bukan olahraga dari Negeri Wilhelmina. Sebagai jalan tengahnya, pengurus klub diharuskan membangun jalan untuk mobil sepanjang satu mil supaya rencana pindah lokasi terealisasi. Para pengurus pun pindah tempat ini kemudian disambut gegap gempita. Pengurus klub menyiapkan acara besar-besaran dari pesta kembang api sampai pagelaran musik. Tak lupa, mereka juga memasang kepala kerbau agar demit-demit berkekuatan jahat tak mampir atau mengganggu kekhidmatan anggota klub main Jepang ke Tanah Air pada 1942 berkontribusi atas perubahan identitas klub, seiring diterapkannya kebijakan penghapusan nama-nama yang berbau Eropa. Penyematan Batavia lantas beralih jadi Djakarta setelahnya "Jakarta" mengikuti implementasi Ejaan Yang Disempurnakan-nya OrBa.Ketika Orde Baru menancapkan hegemoninya, JGC menempuh langkah serupa. Meski demikian, kiprah mereka sempat tersendat. Pada 1979, banjir membikin 10 hektar━dari total 36 hektar━areal lapangan teredam air. Ini belum seberapa. Sekitar dua dekade setelahnya, tepatnya 2002, banjir lagi-lagi membuat JGC kalang kabut dan memaksa operasional terhenti selama satu Indonesia, golf lekat dengan citra arena permainan kuasa yang melibatkan elit. Yang terkenal tentu saja skandal antara mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, Antasari Azhar, dengan seorang caddy Golf Modern Land Tangerang bernama Rani Juliani yang berujung tewasnya Nasrudin Zulkarnaen, Dirut PT Putra Rajawali banyak pihak, insiden ini disebut-sebut penuh dengan rekayasa dan Antasari hanyalah korban kriminalisasi. Akan tetapi, hakim tetap mengetok palu Antasari diputus bersalah serta kena vonis 18 tahun penjara dipotong jadi 7,6 tahun.Pemain di JGC berlatih mengayun dengan ditemani caddyEksklusivitas, mungkin, dapat disodorkan sebagai jawaban yang cukup masuk akal atas segala masalah yang melibatkan golf. Pasalnya, golf bukan olahraga yang bisa diakses banyak orang. Hanya orang-orang berduit saja yang mampu memainkannya. Di JGC, contohnya, individu diharuskan membayar hampir Rp45 juta━termasuk iuran setahun dan PPN 10 persen━untuk jadi Hafiz tidak sepakat bila golf dikaitkan dengan kesan eksklusif. Menurutnya, eksklusif atau tidak itu "tergantung cara pandang." Biaya yang tergolong besar untuk jadi member klub golf adalah bentuk investasi."Semua kembali ke cara ngelihatnya seperti apa. Golf bukan olahraga, katakanlah, seperti bersepeda atau yang lain. Golf butuh tempat yang representatif, dalam hal ini adalah lapangan yang luas, serta alat-alat yang sesuai," terang lelaki yang sehari-hari bekerja di perusahaan asuransi terkemuka ini kepada VICE. "Uang yang dibayarkan calon anggota nantinya untuk merawat itu."Lagipula, Hafiz menambahkan, biaya pendaftaran di JGC termasuk yang paling murah ketimbang klub golf lain di kawasan Jabodetabek. "Kami di sini sama sekali tidak profit oriented. Prioritas kami adalah anggota," itu, Hafiz juga menegaskan bahwa golf tidak senantiasa identik dengan skandal. Ia memberi contoh JGC yang, menurutnya, tetap solid, bertahan dengan visi-misi yang ada, serta menjadikan anggota di dalamnya tumbuh seperti keluarga. Dalam perspektif Hafiz, orang-orang yang datang ke JGC hanya bertujuan untuk "berolahraga, berjejaring, dan melepas penat sejenak dari rutinitas kerja.""Nilai-nilai itu yang kemudian membuat JGC bisa eksis sampai sejauh ini," selama 19 tahun membuat Dayat sedikit-banyak paham pelbagai karakter anggota JGC yang jumlahnya mencapai lebih dari orang. Ada yang ramah, gemar memberi tip, sampai menyebalkan dan keras kepala. Bagi Dayat, kunci agar dapat bekerja dengan baik adalah sabar serta jangan silau begitu, Dayat mengaku ada momen di mana dia hampir tak bisa mengontrol emosi ketika menghadapi anggota yang ngeyel."Dulu sempat ada anggota dari Korea [Selatan] yang bikin saya kelepasan [emosi]. Ceritanya, dia maksa untuk main [golf] di saat belum waktunya. Kami sempat debat," adalah salah satu koordinator porter━pengangkut perlengkapan anggota tatkala mereka tiba di klub. Kerja-kerja yang dia lakukan setiap hari membutuhkan ketelatenan ekstra. Dia harus tanggap dan taktis dalam setiap kondisi." Porter enggak boleh lelet. Harus cepet [gerak] dan siaga. Prinsipnya jangan sampai member nungguin lama. Jadi, ketika mereka datang, kami harus segera bongkar muatan [menurunkan perlengkapan dari mobil]. Begitu juga saat member sudah selesai main. Kami mesti cepet angkut barang-barang mereka," tutur Dayat, lain pula dengan Dina, pegawai administrasi yang berada di JGC sejak 2005. Dina mengatakan bahwa sifat-sifat menyebalkan para anggota JGC ia sudah anggap sebagai lelucon karena saking seringnya muncul. Menyebalkan yang dimaksud Dina adalah ketika, misalnya, para anggota klub berkali-kali menanyakan sesuatu hal padahal dia sudah memberikan informasi sejelas dan caddy di JGC rata-rata sudah berusia senja."Makin ke sini, yang ada malah makin bikin ketawa. Karena mau kesel juga kayak sama aja. Besoknya terulang lagi, terus gitu," ungkapnya sembari membicarakan JGC tak lengkap rasanya jika tak menyebut caddy. Di JGC, ada kurang-lebih 200 caddy yang bertugas menemani golfer. Abdul Roji, petugas lapangan JGC, mengatakan bahwa untuk jadi seorang caddy jalannya tak mudah. Kau harus ikut pelatihan intens selama enam minggu, mengulik serta mendalami segala hal yang berhubungan dengan teknis maupun etika."Jadi caddy itu enggak sekadar teman bermain atau angkat barang. Mereka harus menguasai lapangan; ngerti arah angin, jarak, pukulan, dan strategi mencetak angka," ungkapnya saat ditemu VICE di ruang starter━semacam untuk pendaftaran golfer━ menyatakan beban jadi caddy cukup besar. Mereka harus punya mental kuat dan tahan banting. Ketika golfer tampil buruk, caddy yang akan jadi sasaran emosi."Mereka sering disalahin [oleh golfer]. Padahal, memang mainnya [ golfer] jelek aja. Tapi, berhubung yang ada di dekat mereka itu caddy, jadilah caddy yang kena marah," tegasnya. "Kalau sudah gitu, saya sebisa mungkin jadi penengah jika urusan ini enggak selesai di lapangan."Tapi, kesusahan caddy bukan itu saja; secara ekonomi, caddy di JGC jauh dari kesan glamor sebagaimana yang kerap identik dengan permainan golf itu sendiri. Bahkan, dalam relasi profesional, status caddy bukanlah pegawai tetap mereka mitra, seperti halnya perusahaan rintisan transportasi online memperlakukan mereka, sepenuturan David, staf caddy master, yang mengatur sirkulasi kerja para caddy, berasal dari dua pintu. Pertama, “caddy fee” yang diambil lewat uang pendaftaran golfer. Besaran caddy fee tergantung berapa hole yang dilakoni caddy. Untuk semua hole, yang total berjumlah 18, caddy bisa membawa pulang Rp40 ribu. Bila hanya melakoni setengahnya, 9 hole, caddy cuma mendapatkan Rp25 ribu. Semua, kata David di ruang kerjanya, dalam bentuk uang berwujud tunai dan berdasarkan hole yang dijalani, caddy fee juga dialokasikan ke dalam tabungan, dengan nominal sebesar Rp15 ribu. Tabungan yang dimaksud yakni THT Tunjangan Hari Tua, kesejahteraan, dan harian. Masing-masing jenis tabungan diisi Rp5 ribu."Sementara pintu pendapatan kedua caddy adalah money tip yang diberikan golfer saat di lapangan. Jumlahnya, tentu saja, tergantung para pemain. Ada yang bisa kasih besar, ada yang kecil," kata demikian, David menegaskan pihaknya tetap berusaha memastikan para caddy diperlakukan layak. Artinya, tenaga para caddy tidak serta merta diperah begitu saja. Bila tengah kelelahan dan berhalangan hadir, David akan memberi izin. Ditambah, di JGC terdapat fasilitas kesehatan khusus buat caddy yang sakit ketika ini, setidaknya, menjawab mengapa lebih dari setengah caddy yang ada di JGC sudah berumur tua. David mengaku tidak banyak anak-anak muda yang mau menjadi caddy. Kalau pun ada, mereka dipastikan tidak bertahan lama karena penghasilan yang diperoleh dianggap tak cukup mengisi satu caddy senior itu ialah Yusuf, yang bekerja di JGC sejak 1963. Kepada VICE, dia bercerita bahwa alasannya menjadi caddy lantaran senang dengan golf. "Bapak saya dulu yang mengenalkan, karena tinggal di dekat sini. Dari situ, saya seneng. Lihat orang main golf itu menenangkan," terangnya, seraya tangannya memegang rokok menegaskan sekalipun uang yang ia peroleh tak seberapa, tapi itu tak jadi persoalan. Uang bisa dicari, katanya. Bagi Yusuf, ada yang lebih penting dari uang kesenangan melihat orang bermain golf dan relasi personal dengan para pemain."Saya bisa kenal banyak orang, kenal banyak karakter, dan ngobrol apa saja. Jadi caddy itu enggak sebatas di golf aja saya dan pemain bisa jadi teman. Sering ketika saya lagi susah, saya dibantu oleh mereka," ucap semacam itulah yang kemudian membikin Yusuf━dan caddy lain seusianya━bekerja dengan totalitas sekaligus loyalitas seperti tanpa batas. Pagi-pagi, saat matahari masih malu-malu untuk memperlihatkan dirinya, mereka sudah berada di lapangan, dengan baju seragam, mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan para di balik layar megah JGC inilah yang memiliki peran tak sedikit bagi keberlanjutan klub. Mereka berdiri di garda paling depan urusan pelayanan, memastikan bahwa setiap anggota memperoleh kenyamanan sebaik tak cuma soal saling lobi para elit, tempat menjaring kekuasaan, dan skandal yang mencoreng muka. Golf juga tentang cerita manusia-manusia “kecil” di dalamnya, yang bertahan melintas zaman atas nama kebahagiaan.

pemain golf terkenal di indonesia